Hot Topic

Wanita Leher Panjang Suku Kayan

Wanita akan lebih senang kalo dirinya cantik. Ya, semua wanita menginginkan kecantikan selalu ada pada dirinya. Kebudayaan di beberapa negara sangat beraneka ragam, termasuk di dalamnya tradisi kecantikan untuk para wanita yang tinggal di dalamnya. Salah satu tradisi unik agar bisa dikatakan cantik berada di negara Myanmar, tepatnya untuk wanita Suku Kayan di daerah Pet Pan. Perawatan kecantikan sepertinya tidak terlalu cukup untuk membuat cantik seorang wanita di suku ini. Wanita leher panjang suku Kayan, itulah sebutan bagi para wanita di Myanmar yang melakukan sesuatu yang bisa dianggap aneh untuk membuat lehernya menjadi lebih panjang dari semula.

Wanita Leher Panjang Suku Kayan

sponsor: jasa pembuatan video animasi.

Tradisi unik wanita suku Kayan berawal dari penggunaan cincin kuningan di lehernya. Tujuan penggunaan cincin leher ini adalah untuk mendapatkan penampilan leher yang lebih panjang. Tradisi ini sudah berlaku dan berjalan turun-temurun dari zaman nenek moyang suku Kayan. Para wanita akan dikatakan lebih cantik jika semakin banyak cincin leher yang mereka gunakan, sehingga lehernya semakin tampak panjang. Tidak hanya dianggap cantik, para wanita ini akan dianggap lebih anggun dan terpandang dibandingkan dengan wanita lainnya.

Tradisi nenek moyang suku Kayan dianggap sesuatu yang tak bisa dilewatkan begitu saja, karena termasuk hal sakral dalam kehidupan para wanitanya. Seperti yang sudah ada, tradisi memakai cincin leher telah mulai dilakukan pada anak wanita yang masih berusia belia, bahkan di usia balita. Menurut wanita suku Kayan, tradisi ini sebernarnya menjadi sesuatu yang cukup menyakitkan dan memberikan rasa tidak nyaman pada bagian leher, karena cincin-cincin di leher akan semakin berat ketika terus ditambahkan. Namun demikian, kebiasaan ini akan terus dilaksanakan tanpa mempermasalahkan. Semakin sakit dan berat cincin yang ada di leher itu akan semakin menunjukkan bahwa wanita suku Kayan semakin cantik.

Penggunaan cincin leher oleh para wanitanya, selain membuat tampil cantik, juga membuat mereka berbeda dengan wanita dari suku lainnya. Anatomi leher yang tampak semakin panjang karena penggunaan cincin leher sebenarnya cukup berbahaya secara medis. Dengan adanya beban cincin pada leher, tulang leher akan semakin berisiko sakit, sehingga membahayak kesehatan wanita penggunanya. Sebelumnya, para wanita suku Kayan percaya bahwa melepas cincin leher akan membuat lehernya menjadi patah. Kepercayaan ini terbukti salah dengan adanya beberapa wanita yang telah melepas cincin di lehernya, kemudian mengaku lehernya terasa lebih baik dan lebih nyaman.

Kebudayaan suku kayan memang terkenal dengan adatnya yang begitu kental. Hal ini terbukti pula dengan keberadaan suku Kayan yang begitu tertutup dari kebiasaan di masyarakat luar yang modern. Suku Kayan sangat terkenal sebagai suku yang memegang dengan kuat tradisi dan budaya tradisional para pendahulunya. Seiring perjalanan waktu, para warga suku Kayan sudah mulai terbuka dengan kehadiran orang luar yang datang berkunjung ke wilayah suku mereka.

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
1
50%
wow
1
50%
sad
0
0%
angry

Facebook

Sponsor

Social Media

To Top